Jumat, 28 Oktober 2011

BARISAN PELOPOR

BAPOR

Bukan barisan tukang kompor
Bukan juga barisan komprador
Apalagi kumpulan provokator bertangan kotor


BAPOR adalah Barisan Pelopor
Yang mencoba berbuat tanpa sponsor
Mencoba bergerak tanpa takut tak ada donor
Karena kita yakin dukungan selalu ada, dari Alloh swt yang kesohor


BAPOR adalah Barisan Pelopor
Lahir dari inisiasi banyak faktor
Idealisme, kesungguhan, kesabaran, serta narasi panjang tentang hakikat perjuangan tanpa takut tekor
Ada juga sang aktor berwajah kotor
Sang aktor yang membasuh kumpulan debu-debu yang melekat seraya berucap, ”Ribuan buruh mapan tertindas, sang TKW kaku dalam pancungan, Federasi butuh bantuan, organisasi tanpa kaderisasi, (gemah ripah loh jinawi) hanya basa-basi, negeri penuh korupsi, bahkan para aktifis sibuk mencari relaxasi dengan bahasa diplomasi, mana itu legalisasi? Siapa mengaku bertanggungjawab? Kalaulah tidak sepenuhnya, biarlah aku menanggung separuhnya


BAPOR adalah Barisan Pelopor
Satu wajah ribuan aura, satu gedung ribuan sarana, satu tempat ribuan saudara.
Bukan negara di dalam negara, tapi mutiara di dalam segara


Wahai para aktor berwajah kotor, bersihkan debu-debu yang melekat itu dengan Barisan Pelopor!
Tinggalkan masa kelam mu laksana pelor
Raih kejayaan hari esok, disaat yang lain molor
Bangkit, bergerak, lawan stagnasi hakiki yang menghabisi
Lakukan apa yang mesti kau lakukan
Untuk Federasi, Organisasi, Kejayaan Negeri dan untuk Allah Robbul ’Izzati



Wahai orang-orang kendor bergaya mandor!
Komitmen mu yang berbatas waktu
Kaum oportunis yang berwajah manis
Seribu argumentasi kau lontarkan
Sejuta persepsi kau muntahkan
Tidak akan mampu membuat para aktor sejengkal pun mundur apalagi pengkor


BAPOR adalah Barisan Pelopor
Siaga, Tangguh, Setia adalah motto kami
Solid, Kompeten dan Bermoral adalah komitmen kami
Pengkaderan, Pelayanan, Pengamanan adalah fungsi kami
F SP LEM SPSI adalah organisasi kami


Kami adalah sekolah kesolidan
Kami adalah madrasah keberanian
Kami adalah universitas kejujuran
Kami adalah pesantren ketaatan
Kami bergerak bukan hanya berdasar logika, tapi juga dengan nurani yang bermakna


Karena kami adalah Barisan Pelopor !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar